DONGGALA, Central.pendidikan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Donggala kegiatan seremoni, Bupati Donggala, Vera Laruni, mengungkapkan realitas kondisi kas daerah yang sedang “sekarat”.

Dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Sabtu (2/5/2026), Vera mengklarifikasi alasan di balik tidak terealisasinya program gas gratis bagi warga. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), program tersebut terbentur aturan regulasi pusat.
“Program itu dianggap subsidi ganda karena gas sudah disubsidi pemerintah pusat. Secara aturan, daerah tidak diperbolehkan lagi memberikan subsidi yang sama,” ujar Vera di hadapan ribuan guru dari 16 kecamatan.
Vera juga memaparkan kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas. Saat ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Donggala hanya berkisar Rp100 miliar, sementara daerah harus menghadapi efisiensi APBD hingga Rp400 miliar.
Keterbatasan fiskal ini berdampak langsung pada kesejahteraan pegawai. Dari 1.820 formasi guru P3K yang ada, kemampuan keuangan daerah saat ini hanya sanggup mengakomodasi sekitar 700 orang.
“Kondisi kita sangat berat. Bahkan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN hanya mampu kami anggarkan untuk enam bulan pertama di tahun ini,” ungkapnya jujur.
Meski terjepit anggaran, Pemkab Donggala tetap memprioritaskan kebutuhan dasar siswa. Vera menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan Rp3 miliar pada tahun 2026 untuk melanjutkan pengadaan seragam sekolah, menyusul alokasi Rp5 miliar pada tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, dana Rp3 miliar juga disiapkan untuk pengadaan meja dan kursi siswa dengan sistem pabrikasi guna menjamin standar kualitas. Di sisi lain, fokus pembangunan fisik tahun ini diarahkan pada pembenahan ibu kota kabupaten yang dinilai masih kumuh dan rawan banjir.

Sebagai solusi meningkatkan PAD, Vera melirik sektor pariwisata. Destinasi unggulan seperti Tanjung Karang dan Pusat Laut tercatat mampu menarik hampir satu juta pengunjung meski infrastrukturnya belum memadai.
“Ini potensi besar. Kami berencana melakukan penataan kawasan wisata secara total. Karena keuangan daerah terbatas, kami mempertimbangkan opsi pembiayaan melalui pinjaman bank,” tambahnya.
Di akhir acara, Bupati Vera menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa combine harvester dan jonder kepada petani di wilayah Dampelas. Ia juga memastikan dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan benih padi, jagung, hingga 5 juta bibit kakao segera mengalir ke Donggala.
Menutup arahannya, Vera mengajak para guru untuk tetap kreatif dan mandiri secara ekonomi. “Manfaatkan waktu luang untuk berkebun. Tanamlah komoditas produktif seperti kakao untuk menopang ekonomi keluarga,” pesannya.***
Laporan: Herdik Lakaeng & Zainal Alpaqih















Komentar