oleh

INI–IPPAT Jatim Perkuat Sinergi Profesi dalam Seminar Bersama HIMA Kenotariatan Unair

Surabaya- Surabaya – Himpunan Mahasiswa Kenotariatan Universitas Airlangga menggelar seminar bertajuk “Kupas Tuntas Pembuktian Hak atas Tanah Lama Pasca PP Nomor 18 Tahun 2021: Risiko, Solusi, dan Peran Kunci Notaris/PPAT” pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Pringgodigdo Lantai 12 Kampus B Unair ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidang hukum pertanahan dan kenotariatan.

Adapun narasumber membawakan materi PEMBUKTIAN HAK LAMA SETELAH BERLAKUNYA PP 18 TAHUN 2021 Oleh Dr. Agus Sekarmadji, S.H., M.Hum yang juga merupakan Dosen FH Unair.

Materi lainnya yakni Kupas Tuntas Home Pembuktian Hak Atas Tanah Lama Pasca PP No. 18 Th 2021 RISIKO, SOLUSI, DAN PERAN KUNCI NOTARIS/PPAT oleh Dr. SRI WAHYU JATMIKO, SH., MH selaku Ketua Pengwil Jatim IPPAT.

Serta materi PERAN NOTARIS DALAM PENDAFTARAN TANAH PASCA BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 2021 olleh Dr. Hatta Isnaini Wahyu Utomo, S.H., M.Kn. selaku Sekretaris Wilayah Jatim INI

Sedangkan Dr. Sri Wahyu Jatmikowati, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas terselenggaranya seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai forum strategis yang mempertemukan dunia akademik dan dunia profesi, sekaligus menjembatani antara teori keilmuan dengan praktik di lapangan.

Menurutnya, kolaborasi antara Fakultas Hukum Universitas Airlangga dengan organisasi profesi seperti IPPAT dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah profesi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta melahirkan generasi notaris dan PPAT yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas dan beretika.

Ia menegaskan bahwa program studi kenotariatan memiliki peran fundamental dalam membangun fondasi keilmuan, sementara organisasi profesi berfungsi menjaga standar profesionalitas dan kualitas praktik jabatan. Keduanya, lanjutnya, harus berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perkembangan dunia pertanahan yang semakin kompleks, baik dari sisi regulasi, digitalisasi layanan, hingga tuntutan kepastian hukum yang terus meningkat. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan kenotariatan dituntut untuk adaptif terhadap dinamika praktik di lapangan.

Melalui sinergi yang terjalin, pihaknya berharap dapat mendorong penguatan kompetensi mahasiswa, baik melalui pertukaran gagasan, dukungan keilmuan, maupun peningkatan kapasitas profesional. Ia meyakini bahwa kualitas pendidikan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan hukum di masa depan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris dan PPAT.

Di akhir sambutannya, ia berharap kerja sama yang telah terbangun tidak hanya berhenti pada kesepahaman formal, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, profesi yang kuat tidak hanya ditopang oleh regulasi, tetapi juga oleh ilmu pengetahuan, integritas, dan keberanian dalam menjaga nilai-nilai profesi.

Sedangkan perwakilan Ikatan Notaris Indonesia (INI) Jawa Timur, Sonya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan seminar tersebut, khususnya Himpunan Mahasiswa Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Ia menuturkan bahwa kehadiran para peserta dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas, baik bagi notaris yang telah berpraktik maupun bagi calon notaris (anggota luar biasa/ALB). Menurutnya, tema yang diangkat dalam seminar sangat relevan dengan tantangan profesi saat ini, khususnya dalam hal pembuktian hak atas tanah pasca berlakunya PP Nomor 18 Tahun 2021.

Sonya menegaskan bahwa seorang notaris tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis yuridis, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan regulasi serta tetap berpegang pada integritas dan etika profesi. Oleh karena itu, forum seminar seperti ini menjadi penting untuk memperkaya wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap isu-isu aktual di bidang kenotariatan.

Ia berharap melalui pemaparan para narasumber yang kompeten, para peserta dapat memperoleh insight yang bermanfaat dan dapat langsung diimplementasikan dalam praktik sehari-hari. Dengan demikian, pelayanan hukum kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan sekaligus menjaga marwah profesi notaris.

Di akhir sambutannya, ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan kegiatan tersebut, serta mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat hingga selesai agar manfaat yang diperoleh dapat maksimal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *