oleh

Investor Malaysia Jajaki Pengembangan Jatim Hub-Nusantara Gateway di Kawasan Puspa Agro

Surabaya – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat konektivitas logistik dan perdagangan internasional terus mendapat perhatian dari investor asing. Pada Kamis, 11 Juni 2026 lalu, dua perusahaan asal Malaysia melakukan kunjungan dan audiensi terkait pengembangan proyek Jatim Hub-Nusantara Gateway bersama PT Jatim Grha Utama (JGU).

 

Dua perusahaan tersebut yakni SAE yang akan berfokus pada pembangunan fisik di kawasan Puspa Agro dan Touchbase yang akan mengembangkan sistem kepelabuhanan. Dalam rencana pengembangannya, sejumlah fasilitas strategis akan dibangun, meliputi cold storage, dry port, sarana dan prasarana pendukung instalasi karantina, serta sistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung kelancaran aktivitas ekspor dan impor di Jawa Timur.

 

Direktur Utama PT Jatim Grha Utama, Mirza Muttaqien, S.H., M.HP., menjelaskan bahwa saat ini kedua investor tersebut masih melakukan kajian mendalam terkait peluang bisnis dan kelayakan investasi yang akan dijalankan.

 

Menurut Mirza, salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah potensi pembangunan dry port yang dapat mendukung proses pemeriksaan karantina dan pelayanan kepabeanan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat arus barang sekaligus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor ekspor dan impor.

 

“Mereka sedang menghitung peluang bisnisnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah investasi dry port untuk menunjang proses pemeriksaan karantina dan pelayanan cukai. Saat ini masih dilakukan pengkajian secara mendalam,” ujarnya pada Senin 22 Juni 2026.

 

Ia menambahkan bahwa ketertarikan investor Malaysia tersebut telah ditunjukkan melalui penyampaian Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat investasi. Tahapan berikutnya adalah melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek teknis, operasional, dan bisnis sebelum masuk pada tahap realisasi investasi.

 

Meski demikian, hingga saat ini belum ada angka pasti terkait nilai investasi yang akan dikucurkan. Hal itu karena kebutuhan pengembangan kawasan logistik tersebut cukup besar dan mencakup berbagai sektor pendukung.

 

“Kebutuhan investasinya sangat besar. Bukan hanya dry port, tetapi juga cold storage, gudang, armada pengangkut, silo, hingga berbagai sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan untuk membangun sistem logistik yang terintegrasi,” jelas Mirza.

 

Selain menggandeng investor asing, PT JGU juga terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dari dalam negeri. Menurutnya, pengembangan kawasan logistik modern tersebut memerlukan kolaborasi yang luas antara pemerintah, BUMD, sektor swasta, dan investor strategis.

 

Mirza mengungkapkan bahwa pengembangan proyek ini juga mendapat dukungan dari Komisi C DPRD Jawa Timur. Selain itu, sejumlah perusahaan nasional turut menunjukkan minat untuk terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang kawasan industri dan logistik.

 

“Kami masih melakukan berbagai penjajakan kerja sama, baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri. Karena kebutuhan pengembangannya memang besar dan membutuhkan dukungan banyak pihak,” katanya.

 

Lebih lanjut, Mirza menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan Jatim Hub-Nusantara Gateway adalah menciptakan efisiensi dalam rantai logistik. Dengan tersedianya fasilitas terpadu mulai dari penyimpanan, pemeriksaan karantina, pelayanan kepabeanan, hingga distribusi barang, biaya logistik diharapkan dapat ditekan sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

 

“Prinsip yang kami tawarkan adalah efisiensi. Kehadiran fasilitas ini bukan untuk menambah biaya atau memperpanjang proses, tetapi justru untuk mempermudah dan mempercepat layanan bagi pelaku usaha,” tegasnya.

 

Konsep pengembangan yang diusung juga memiliki fokus khusus pada layanan karantina untuk komoditas yang diwajibkan menjalani pemeriksaan, seperti hewan, ikan, dan tumbuhan. Dengan dukungan fasilitas modern dan sistem yang terintegrasi, kawasan ini diharapkan menjadi pusat layanan logistik dan perdagangan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus memperkuat posisi provinsi ini sebagai gerbang perdagangan nasional dan internasional.

 

Melalui penjajakan investasi yang terus berlangsung, proyek Jatim Hub-Nusantara Gateway diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak baru bagi peningkatan aktivitas ekspor-impor serta pengembangan sektor logistik yang lebih efisien dan berdaya saing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *