Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menggelar program mudik bareng gratis pada Rabu, 19 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan pemberangkatan dipusatkan di lingkungan Dishub Jatim, dengan diikuti ribuan pemudik yang akan diberangkatkan ke berbagai daerah di wilayah Jawa Timur.
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Timur, Nyono, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan selamat.
Menurutnya, tujuan utama dari program ini adalah membantu meringankan beban masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, dengan menyediakan fasilitas transportasi gratis. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan penumpang di terminal utama seperti Terminal Purabaya, sekaligus menekan penggunaan sepeda motor untuk mudik yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim menyediakan sekitar 100 armada bus non-ekonomi dengan total kapasitas mencapai sekitar 4.000 kursi. Bus-bus tersebut melayani sedikitnya 17 rute menuju 20 kabupaten/kota di Jawa Timur, di antaranya tujuan Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, Bondowoso, Pacitan, Jember, Banyuwangi, Tuban, hingga Sumenep.
Untuk menjamin keselamatan perjalanan, seluruh armada telah melalui proses uji kelaikan kendaraan (ramp check), sementara para pengemudi juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Selain itu, para sopir dan kru bus mendapatkan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih aman dan tenang selama melayani para pemudik.
Tak hanya itu, seluruh bus juga telah dilengkapi dengan perangkat GPS yang terintegrasi dengan aplikasi Trans Jatim Ajaib. Melalui aplikasi tersebut, posisi bus dapat dipantau secara real-time, sehingga keluarga pemudik di kampung halaman dapat mengetahui perjalanan secara langsung dan memberikan rasa aman tambahan.
Lebih lanjut, Nyono juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan keselamatan transportasi secara menyeluruh, termasuk di perlintasan sebidang kereta api. Dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, Dinas Perhubungan Jawa Timur telah membangun sebanyak 132 unit pos jaga dan palang pintu kereta api yang tersebar di 22 kabupaten/kota. Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa pembangunan palang pintu dan pos jaga kereta api terbanyak di Indonesia.
Selain pemberangkatan dari Surabaya, Pemprov Jatim juga menyelenggarakan mudik gratis dari Jakarta menuju delapan wilayah di Jawa Timur dengan 58 armada bus. Program ini juga mencakup fasilitas angkutan sepeda motor serta mudik jalur laut yang telah diluncurkan sebelumnya, dengan total ribuan penumpang dan kendaraan yang dilayani.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemprov Jatim berharap program mudik gratis tahun 2026 dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan dan kepadatan arus mudik, sehingga perjalanan menuju kampung halaman dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat.














Komentar