SURABAYA – Dewan Pengurus Provinsi Jawa Timur Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) menggelar pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-XII Tahun 2026 di Mercure Surabaya Grand Mirama pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para konsultan di Jawa Timur dalam memperkuat peran strategis sektor jasa konsultansi untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Mengusung tema “Membangun Ekosistem Konsultan Inklusif dalam Mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”, Musprov XII INKINDO Jatim dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 19 hingga 20 Mei 2026, dengan rangkaian kegiatan berupa pembukaan, sidang organisasi, hingga seminar yang menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Musprov XII INKINDO Jatim, Suhadi ST, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari dukungan panitia, vendor, hingga jajaran sekretariat DPP INKINDO Jawa Timur.
“Tak lupa kami sampaikan kerja keras sehingga acara bisa terlaksana dengan lancar kepada seluruh panitia pelaksanaan Musprov XII INKINDO Jawa Timur, para vendor yang mendukung acara malam hari ini, serta Sekretariat DPP INKINDO Jawa Timur,” ujarnya.
Suhadi juga melaporkan bahwa pelaksanaan Musprov XII akan berlangsung selama dua hari dengan sejumlah agenda strategis organisasi.
Selain sidang-sidang organisasi, peserta juga akan mengikuti seminar yang menghadirkan narasumber kompeten guna memperkuat kapasitas dan wawasan anggota INKINDO di tengah perkembangan dunia jasa konsultansi yang semakin dinamis.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam Musprov tahun ini memiliki makna penting dalam memperkuat kolaborasi dan keterlibatan seluruh pelaku jasa konsultansi dalam pembangunan Jawa Timur. Terlebih, posisi Jawa Timur dinilai semakin strategis sebagai salah satu gerbang ekonomi baru Nusantara.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus, vendor, dan para anggota yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran DPP INKINDO Jawa Timur, para vendor, dan teman-teman yang telah memberikan dukungan, waktu, serta sumbangsih untuk terlaksananya kegiatan pada malam hari ini,” katanya.
Di akhir sambutannya, Suhadi juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan Musprov XII INKINDO Jawa Timur. Ia mengaku seluruh panitia telah berupaya maksimal demi kesuksesan acara tersebut.
“INKINDO Jawa Timur memang berkelas,” ucapnya disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Jawa Timur, Ir. Irwan Susilo, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama antaranggota konsultan dalam menghadapi tantangan dunia jasa konsultansi, terutama di tengah kebijakan efisiensi dan pengurangan anggaran yang terjadi saat ini.

Menurutnya, ke depan INKINDO Jawa Timur akan mendorong pola kooperasi antarkonsultan agar para anggota tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan aktif membangun sinergi dan memperkuat jaringan kerja sama.
“Kooperasi antaranggota untuk menyikapi persoalan efisiensi, pengurangan anggaran dan sebagainya ini akan terus kita dorong. Anggota harus lebih aktif bekerja sama, tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Selain memperkuat kolaborasi internal, Irwan Susilo juga menekankan pentingnya membangun kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menciptakan peluang pasar baru bagi jasa konsultansi.
Ia menyebut besarnya arus investasi yang masuk ke Jawa Timur harus menjadi peluang bagi konsultan lokal untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan sinkronisasi program dengan kebijakan pemerintah daerah agar konsultan lokal tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Kita harus menyelaraskan dengan program pemerintah provinsi. Peran konsultan sebagai perencana sangat penting karena menjadi dasar dari seluruh proses pembangunan,” katanya.
Menurut Irwan, Jawa Timur perlu memiliki regulasi yang memberikan perlindungan bagi konsultan kecil dan menengah agar mampu bersaing dan mendapatkan ruang dalam proyek-proyek besar yang masuk ke daerah.
Ia berharap setiap investasi besar maupun proyek skala nasional yang masuk ke Jawa Timur dapat melibatkan konsultan lokal melalui pola kemitraan dan kerja sama.
“Kalau ada investasi besar masuk ke Jawa Timur, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Harus ada aturan yang mendorong kerja sama dengan konsultan lokal,” tegasnya.
Selain regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama INKINDO Jawa Timur. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong pendidikan dan pelatihan bagi anggota agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Irwan mengungkapkan bahwa selama ini INKINDO Jawa Timur juga dilibatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam berbagai kegiatan strategis, termasuk misi dagang, sebagai bentuk kepercayaan sekaligus peluang kontribusi bagi para konsultan daerah.
“Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik. Kita diajak berpikir dan dilibatkan dalam pengembangan Jawa Timur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti munculnya peluang baru di sektor jasa konsultansi seperti green job, transformasi digital, hingga penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) yang menurutnya harus segera dikuasai oleh konsultan di Jawa Timur.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tersebut penting agar konsultan Jawa Timur mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN bahkan menembus pasar internasional.
“Kita berharap Jawa Timur tidak tertinggal. Bahkan kemampuan jasa konsultan kita nantinya bisa diekspor ke negara-negara ASEAN hingga Timur Tengah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sistem pengadaan barang dan jasa yang bersifat terbuka tetap memerlukan regulasi perlindungan agar konsultan lokal dapat berkembang dan meningkatkan kapasitasnya melalui kerja sama dengan perusahaan dari luar daerah.
“Bukan membatasi pihak luar masuk, tetapi bagaimana mereka juga ikut mendorong dan bekerja sama dengan konsultan lokal agar kemampuan teman-teman di Jawa Timur terus meningkat,” pungkasnya.
Sedangkan dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia, Ir. Erie Heryadi, menegaskan bahwa tema Musyawarah Provinsi (Musprov) XII INKINDO Jawa Timur 2026 sangat relevan dengan posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara dan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, secara geografis Jawa Timur memiliki keunggulan sebagai jalur logistik dan mobilitas utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali, NTB, NTT, hingga Indonesia bagian timur. Kondisi tersebut menjadikan Jawa Timur memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pemerintahan ketika IKN mulai aktif sepenuhnya.
“Ketika IKN nanti sudah aktif, Jawa Timur bisa menjadi support paling utama untuk IKN. Pelabuhan Tanjung Perak merupakan pelabuhan tersibuk nomor dua di Indonesia, Bandara Juanda juga bandara besar, dan jaringan jalan di Jawa Timur sudah cukup luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, arus orang, barang, investasi, hingga mobilitas pemerintahan dari Pulau Jawa menuju Kalimantan dan Indonesia Timur nantinya akan banyak melalui Jawa Timur. Karena itu, tema “Membangun Ekosistem Konsultan Inklusif dalam Mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara” dinilai sangat tepat.
Erie Heryadi juga menegaskan bahwa Musprov merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi yang tidak sekadar menjadi agenda seremonial empat tahunan, melainkan ruang strategis untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun program kerja, hingga menentukan arah organisasi ke depan.
Namun pada Musprov kali ini tidak dilakukan pemilihan ketua baru karena kepengurusan sebelumnya kembali melanjutkan amanah organisasi. Ia pun mengapresiasi suasana kondusif yang selalu terjaga di tubuh INKINDO Jawa Timur.
“Itulah hebatnya Jawa Timur, selalu kondusif. Musprov seperti ini adem, ayem, guyub,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Erie turut mengingatkan berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia jasa konsultansi. Mulai dari regulasi yang kompleks, kurangnya tenaga ahli bersertifikat, perlindungan bagi konsultan kecil dan menengah, persoalan hukum anggota, audit BPK dan BPKP, hingga dinamika regulasi pengadaan barang dan jasa.
Ia menyebut DPN INKINDO baru saja berdiskusi dengan LKPP terkait sejumlah aturan baru pengadaan barang dan jasa yang akan diterbitkan. Selain itu, tantangan global seperti perubahan geopolitik, perang, kenaikan harga BBM, hingga efisiensi APBN dan APBD juga berdampak langsung terhadap dunia jasa konsultansi.
Menurutnya, transformasi digital menjadi tantangan besar yang harus segera direspons para konsultan. Anggota INKINDO dituntut siap menghadapi perkembangan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Green Construction, hingga penerapan standar ESG dalam pekerjaan jasa konsultansi.
“Kita harus siap dalam transformasi digital untuk pekerjaan-pekerjaan konsultansi. DPP Jawa Timur harus terus mengedukasi anggotanya agar naik kelas,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Erie Heryadi berpesan agar seluruh anggota menjaga soliditas organisasi dan menjadikan INKINDO sebagai rumah bersama bagi seluruh anggota.
“Jagalah INKINDO Jawa Timur agar selalu guyub, solid, dan adem untuk seluruh anggotanya, sehingga ke depan INKINDO Jawa Timur akan selalu lebih baik lagi,” pungkasnya.















Komentar