Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Timur di Surabaya, Rabu (26/2/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema menjaga stabilitas harga dan optimalisasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah menuju ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Harian TPID dan TP2DD Jatim, Adhy Karyono, menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Ia melaporkan bahwa berdasarkan data terbaru, Jawa Timur berhasil menjaga inflasi tetap terkendali. Tercatat inflasi bulanan (month to month) mengalami deflasi sebesar minus 0,20 persen, sementara inflasi tahunan (year on year) berada di angka 3,29 persen. Meski angka tahunan meningkat dibanding Desember 2025 akibat low base effect dan berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik, capaian tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 3,59 persen.
“Artinya inflasi Jawa Timur betul-betul terjaga dengan baik,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan kick-off program EPIC Mobile sebagai bentuk penguatan pengendalian inflasi. Program ini didukung hibah mobil operasional dari Bank Indonesia dan selama Ramadan akan berkeliling di 15 kabupaten/kota untuk menggelar operasi pasar murah.
Adhy menjelaskan, pengendalian inflasi di Jawa Timur dilakukan melalui empat strategi utama.
Pertama, menjaga keterjangkauan harga melalui intensifikasi operasi pasar dan gerakan pangan murah di berbagai daerah, pengawasan harga pasar, serta pengendalian tarif angkutan dan administered prices.
Kedua, memastikan ketersediaan pasokan dengan meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta mendorong hilirisasi dan penguatan ekosistem korporasi petani.
Ketiga, menjaga kelancaran distribusi logistik dan arus penumpang menjelang HBKN. Tahun ini, Pemprov Jatim juga menyediakan fasilitas mudik gratis bagi 8.000 orang melalui jalur darat dan laut, serta mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui Bandara Abdulrachman Saleh.
Keempat, memperkuat komunikasi efektif kepada publik melalui sosialisasi harga bahan pokok secara rutin, publikasi layanan infrastruktur, diskon tarif, informasi cuaca, serta kebijakan pajak kendaraan bermotor yang tidak mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir.
Melalui High Level Meeting ini, Pemprov Jatim berharap sinergi antara TPID dan TP2DD semakin solid, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap kuat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.















Komentar