oleh

Peringatan HUT PDI Perjuangan ke-53 Di Kantor DPC Surabaya, Gelar Tumpengan Dan Aksi Sosial

Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan di Kantor DPC PDI P Surabaya, Jalan Stail, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Peringatan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan, DPC PDI Perjuangan Surabaya melaksanakan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, sekaligus membagikan nasi kotak kepada para pengemudi ojek online (ojol) serta pengendara yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Armudji melalui Wakil Sekretaris, Purwadi, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan tidak hanya dilaksanakan di kantor DPC, namun juga digelar secara serentak di 31 kecamatan se-Kota Surabaya. Seluruh kegiatan diisi dengan agenda kebersamaan yang melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar.

“Peringatan HUT ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum refleksi dan peneguhan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang berideologi, memiliki lembaga, serta manifesto politik yang jelas dan berjalan sesuai koridor organisasi,” ujar Purwadi.

Ia menegaskan, perjalanan panjang PDI Perjuangan sejak 1973 hingga saat ini tidak lepas dari kuatnya pelembagaan partai, kepercayaan kader, serta keyakinan politik yang terus dijaga. Nilai-nilai tersebut menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh kader dan simpatisan dalam memperingati HUT partai.

Dalam kesempatan tersebut, Purwadi juga menyampaikan target politik DPC PDI Perjuangan Surabaya ke depan, yakni minimal meraih 15 kursi legislatif. Untuk itu, ia mendorong jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) agar segera melakukan konsolidasi organisasi, pembentukan struktur, serta pengorganisasian kader dan masyarakat dengan kegiatan yang memiliki nilai elektoral.

Terkait sikap partai terhadap sistem demokrasi, Purwadi menegaskan bahwa PDI Perjuangan secara konsisten menolak pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, PDI Perjuangan lahir dari semangat demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

“Pemilihan kepala daerah harus dilakukan secara langsung oleh rakyat. Demokrasi melalui DPRD tidak memberikan ruang partisipasi yang luas dan cenderung dikuasai elit,” tegasnya.

Kegiatan peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan tersebut juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas kebudayaan, pelaku UMKM binaan partai, hingga para pengemudi ojek online. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi penegasan bahwa PDI Perjuangan tidak hanya beraktivitas di internal partai, tetapi juga terus membangun kebersamaan dan pengorganisasian bersama rakyat.

Menutup sambutannya, Purwadi berpesan agar seluruh kader, mulai dari tingkat ranting hingga PAC, fokus pada kerja-kerja politik menuju Pemilu 2029 dengan mengedepankan nilai pemberdayaan masyarakat, penguatan ideologi Pancasila, serta perjuangan untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *