oleh

Situs Megalitikum Dongi-Dongi Ditemukan di Luar Kawasan Hutan

PALU, Mediacentral.info  – Penemuan sejumlah batu megalit di kawasan Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mendadak viral dan memicu perhatian publik. Meski berada di area strategis, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah mengonfirmasi bahwa letak benda bersejarah tersebut berada di luar kawasan hutan lindung maupun Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, Ir. H. Susanto Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim gabungan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan pihak Taman Nasional untuk memverifikasi titik koordinat temuan tersebut.

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan titik penemuan megalit berada di luar kawasan hutan. Jadi, secara kewenangan sebenarnya bukan di ranah kami,” ujar Susanto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3).

Meski secara administratif berada di luar wilayah kerjanya, Susanto menegaskan bahwa pihaknya tetap mengambil langkah preventif. Tim Polisi Kehutanan (Polhut) dan KPH Sintuwu Maroso telah dikerahkan untuk melakukan pengamanan awal guna mencegah kerusakan pada situs.

Ini adalah aset budaya yang bernilai sejarah tinggi. Kami tidak sekadar melihat batas kawasan, tapi nilai budayanya yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, keberadaan situs ini dibayangi oleh aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang marak di sekitar lokasi. Susanto menjelaskan bahwa penanganan PETI selama ini telah dilakukan oleh tim terpadu bersama aparat penegak hukum, namun prosesnya masih terus berjalan secara bertahap.

Terkait tindak lanjut temuan ini, Susanto menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak sesuai tugas dan fungsinya Dinas Kebudayaan & Arkeolog Melakukan kajian nilai sejarah dan penetapan radius cagar budaya.

Dinas ESDM & Gakkum LHK: Menangani regulasi terkait aktivitas pertambangan di sekitar lokasi, Pemerintah Provinsi: Berencana membentuk tim terpadu untuk penanganan komprehensif.

“Penentuan status kawasan dan luas radius situs sepenuhnya bergantung pada kajian para ahli arkeologi. Jika dikelola dengan tepat, situs Dongi-Dongi ini berpotensi menjadi ikon wisata sejarah baru bagi Sulawesi Tengah,” pungkas Susanto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *