Parigi, Mediacentral.info – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Tengah kembali memicu bencana hidrometeorologi. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Parigi Moutong pada Minggu (26/4) siang mengakibatkan banjir besar di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, hingga memutus akses transportasi warga.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, banjir mulai merendam pemukiman di Dusun VI pada pukul 14.00 WITA. Luapan sungai yang dipicu intensitas hujan tinggi tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menyebabkan satu jembatan penghubung di Dusun 6 terputus total.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa sedikitnya 28 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana ini. Meski kerusakan infrastruktur tergolong berat, hingga saat ini laporan resmi menyatakan:
Tidak ada Korban Jiwa, Pengungsi Nihil (warga masih bertahan di rumah masing-masing atau kerabat terdekat).
Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh fenomena atmosfer yang signifikan. Analisis data menunjukkan adanya belokan angin di dekat wilayah Sulawesi Tengah yang mempercepat pertumbuhan awan konvektif.
“Data anomali suhu muka laut di Teluk Tomini tercatat berkisar antara 0.5 °C hingga 1.5 °C. Hal ini mengindikasikan penguapan tinggi yang mendukung terjadinya hujan lebat disertai angin kencang,” tulis Forecaster On Duty dalam laporan resminya, Senin (27/4).
Pihak BMKG sendiri sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini sejak pukul 10.56 WITA, beberapa jam sebelum air sungai meluap ke pemukiman.
BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap bersiaga. Status Waspada masih diberlakukan untuk sejumlah wilayah hingga beberapa hari ke depan, mengingat potensi bencana susulan seperti tanah longsor dan angin puting beliung masih mengintai.
Wilayah Berstatus Waspada (27 April 2026) Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali Utara
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau akun resmi @cuacasulteng guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi yang lebih luas.***









Komentar