Mojokerto- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Mojokerto, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp5.088.400.000 pada tahun 2026. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan.
Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur memberi bantuan yang diberikan bersifat bantalan sosial dan bantalan ekonomi bagi masyarakat. anggaran yang dialokasikan untuk kabupaten/kota masih dapat ditambah sesuai kebutuhan dan dukungan dari daerah.
“Yang penting adalah support dari kabupaten/kota untuk mengawal program-program dari Pemprov. Karena ini sifatnya bantalan sosial dan bantalan ekonomi. Semua program Dinas Sosial kita selesaikan dengan tujuan untuk mempercepat penurunan kemiskinan,” ujar Kadis Sosial Jatim Restu Novi.
Restu berharap, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, angka kemiskinan dapat ditekan secara signifikan. Ia menargetkan pada September mendatang angka kemiskinan bisa turun hingga 9,1 persen sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Jawa Timur Dapil X Fraksi Demokrat, M. Soleh, menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan perhatian kepada masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial.
M. Soleh menilai, langkah Dinsos Jatim dalam menyalurkan bantuan merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu. Ia juga menekankan pentingnya pengawalan program di tingkat daerah agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
“Kami mengapresiasi upaya Dinsos Jatim dalam memberikan berbagai bantuan sosial. Ini bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial dan mendorong percepatan penurunan kemiskinan,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemprov, DPRD, serta pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat agar program-program sosial tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan dukungan semua pihak, M. Soleh optimistis target penurunan kemiskinan di Jawa Timur dapat tercapai dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun.












Komentar