oleh

Dispora Jatim Apresiasi Atlet dan Pelatih ASEAN Para Games 2025 dengan Bonus Fantastis

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar kegiatan Pemberian Penghargaan kepada Atlet dan Pelatih Jawa Timur yang berlaga pada ASEAN Para Games 2025. Acara tersebut berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 di Gedung Negara Grahadi.

Acara ini dihadiri oleh 31 NPCI kab/kota se jawa timur Dan 13 Dispora kab/kota (yang terkait  atlet/pelatih berasal dari daerah tersebut).

Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan atlet-atlet Jawa Timur di ajang internasional tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap para atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Menurutnya, ASEAN Para Games 2025 yang digelar pada 20–26 Januari 2026 di Thailand menjadi ajang pembuktian kualitas atlet Indonesia, di mana kontingen Indonesia berhasil menempati posisi kedua dengan raihan 135 medali emas, 144 perak, dan 114 perunggu.
“Alhamdulillah, khusus atlet asal Jawa Timur memberikan kontribusi luar biasa dengan menyumbangkan 10 medali emas, 19 perak, dan 4 perunggu. Ini capaian yang sangat membanggakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penghargaan berupa bonus diberikan kepada 15 atlet peraih medali serta dua orang pelatih. Cabang olahraga yang menyumbang prestasi antara lain para panahan dengan 2 emas dan 1 perunggu, para renang dengan 5 emas, 9 perak, dan 2 perunggu, para atletik dengan 2 emas, 7 perak, dan 1 perunggu, para bulutangkis dengan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, serta tambahan dari sitting volleyball dan tenis meja.

Lebih lanjut, Hadi Wawan Guntoro memaparkan bahwa besaran bonus yang diberikan telah diterima secara bersih oleh para atlet karena pajak ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk kategori perorangan, peraih medali emas mendapatkan Rp73.125.000, perak Rp43.525.000, dan perunggu Rp24.125.000. Sementara untuk kategori beregu, besaran bonus disesuaikan dengan jumlah anggota tim.

Tak hanya atlet, pelatih juga mendapatkan apresiasi. Pelatih peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp73.125.000, sedangkan pelatih peraih medali perak menerima Rp34.125.000.
“Besaran bonus ini setara dengan bonus yang diberikan kepada atlet peraih medali ASEAN Games. Ini merupakan wujud nyata komitmen kesetaraan yang selama ini diperjuangkan dan telah direalisasikan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur,” tegasnya.

Secara keseluruhan, total bonus yang disalurkan mencapai sekitar Rp1,8 miliar dan akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima melalui Bank Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, juga diumumkan tiga atlet terbaik Jawa Timur. Peringkat pertama diraih oleh Mutiara Cantik Harsanto dari cabang para renang dengan perolehan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, serta total bonus Rp258.375.000. Posisi kedua ditempati Ubaidillah Anusyar Juba Ramadhani dengan 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu dengan bonus Rp229.125.000. Sementara peringkat ketiga diraih Ken Swagumilang dengan 2 emas dan 1 perunggu, memperoleh bonus sebesar Rp160.975.000.

Di akhir sambutannya, Hadi menegaskan bahwa prestasi yang diraih para atlet tidak lepas dari kerja keras, disiplin, serta dukungan berbagai pihak. Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi olahraga, khususnya bagi atlet disabilitas di Jawa Timur.

“Di balik prestasi gemilang ini ada perjuangan panjang, keringat, doa, dan semangat pantang menyerah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkontribusi dalam memajukan olahraga di Jawa Timur,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *