oleh

Dishub Prov. Jatim Serahkan Simbolis Kendaraan Hasil Normalisasi Dimensi, Dukung Program Zero ODOL 2027

Surabaya- Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Angkutan menggelar kegiatan Serah Terima Simbolis Kendaraan Hasil Normalisasi Dimensi di Halaman Parkir Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Jalan Jenderal A. Yani No. 268 (Frontage), Surabaya, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menata kendaraan angkutan barang sekaligus mendukung program nasional menuju Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) tahun 2027.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T., IPUDr. Ir. Nyono, S.T., M.T., IPU, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa program normalisasi dimensi kendaraan merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan di Jawa Timur.

Menurut Nyono, kendaraan dengan dimensi berlebih atau over dimension menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Karena itu, penataan dan pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang perlu dilakukan secara bertahap agar kendaraan yang beroperasi telah memenuhi spesifikasi teknis yang berlaku.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur yang telah memberikan dukungan bantuan biaya normalisasi bagi pemilik kendaraan angkutan barang, khususnya pengemudi perorangan yang sekaligus menjadi pemilik kendaraan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu para pelaku usaha kecil yang sebelumnya kesulitan menanggung biaya normalisasi kendaraan yang relatif besar.

“Tanpa aksi nyata dari Ibu Gubernur, program normalisasi ini sulit terealisasi karena banyak pengemudi perorangan yang merasa keberatan dengan biaya penyesuaian dimensi kendaraan,” ujarnya.

Nyono melaporkan, berdasarkan hasil kegiatan pemeriksaan dimensi kendaraan yang diajukan ke BPPT Jawa Timur pada tahun 2025, terdapat sebanyak 238 unit kendaraan yang telah diukur. Dari jumlah tersebut, 6 unit kendaraan telah mendapatkan bantuan normalisasi secara bertahap.

Sementara itu, pada tahun anggaran 2026, Dinas Perhubungan Jawa Timur kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan program normalisasi kendaraan dengan target membantu proses normalisasi hingga 105 unit kendaraan secara bertahap.

Ia menambahkan, kendaraan yang diserahterimakan secara simbolis pada kegiatan tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi standar dimensi kendaraan yang ditetapkan.

Dengan normalisasi tersebut, diharapkan kendaraan dapat beroperasi secara lebih aman, tertib, serta tidak lagi menimbulkan dampak kerusakan pada infrastruktur jalan. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan program Zero ODOL pada tahun 2027.

Di akhir sambutannya, Nyono kembali menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program normalisasi kendaraan tersebut. Ia berharap program ini dapat terus berjalan sehingga semakin banyak kendaraan angkutan barang yang sesuai dengan standar keselamatan dan ketentuan dimensi yang berlaku.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *