MOJOKERTO – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Relawan Pemadam Kebakaran dan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran yang digelar Satpol PP Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jawa Timur di Mojokerto, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan relawan dari berbagai daerah tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak peraturan daerah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya kebakaran.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, S.H,M.H., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satpol PP Jawa Timur, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh peserta yang telah berkomitmen mengikuti pelatihan.
Menurutnya, keberadaan relawan pemadam kebakaran memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi garda terdepan yang sering kali hadir lebih cepat saat terjadi kondisi darurat di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Sumardi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil komunikasi dan kolaborasi yang telah dibangun bersama jajaran Satpol PP Jawa Timur. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin ada kegiatan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Relawan pemadam kebakaran harus terus mendapat ruang untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan keterampilannya sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Politisi yang mewakili daerah pemilihan Mojokerto dan Jombang itu menilai pelatihan semacam ini sangat penting mengingat masih tingginya angka kejadian kebakaran di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting dalam meminimalisasi risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Menurut Sumardi, relawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam menangani kebakaran, tetapi juga harus memiliki jiwa sosial dan semangat pengabdian yang tinggi. Ia menekankan bahwa menjadi relawan berarti siap memberikan waktu, tenaga, bahkan pengorbanan demi kepentingan masyarakat luas.
“Sebagai relawan, harus bisa memberikan hati yang ikhlas. Pengabdian yang dilakukan bukan semata-mata untuk organisasi, tetapi untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Semangat kerelawanan harus terus dijaga karena itu merupakan modal utama dalam membantu sesama,” katanya.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sumardi beberapa kali menyisipkan humor dalam sambutannya untuk membangun kedekatan dengan para peserta. Namun di balik suasana santai tersebut, ia tetap menyampaikan pesan-pesan penting mengenai tanggung jawab relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum meningkatkan disiplin dan kesiapsiagaan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari para instruktur dan narasumber harus benar-benar dipahami agar dapat diterapkan secara efektif ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.
Selain membahas persoalan kebakaran, Sumardi mendorong agar para relawan ke depan dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Dengan demikian, keberadaan relawan tidak hanya dirasakan saat terjadi bencana, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan positif di lingkungan masing-masing.
“Relawan harus menjadi agen perubahan. Jangan hanya aktif saat ada kebakaran, tetapi juga ikut mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sumardi juga memberikan apresiasi kepada para pemateri dan instruktur yang dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang kebencanaan. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai penanganan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan pembinaan masyarakat yang dilakukan bersama Satpol PP dan instansi terkait. Menurutnya, program semacam ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan agar tercipta masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
“Kami akan terus mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini agar bisa dilaksanakan kembali pada tahun-tahun mendatang. Semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar penanggulangan kebakaran, maka semakin kuat pula kesiapsiagaan daerah kita,” ujarnya.
Menjelang akhir sambutannya, Sumardi mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan serius dan penuh semangat. Ia optimistis para relawan yang hadir akan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.
Kegiatan pembinaan dan pelatihan relawan pemadam kebakaran tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara DPRD Jawa Timur, Satpol PP, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun budaya kesiapsiagaan.
Melalui peningkatan kapasitas relawan, diharapkannya penanganan kebakaran maupun berbagai kondisi darurat lainnya dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan profesional demi keselamatan masyarakat Jawa Timur.














Komentar