Surabaya — Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menggelar kegiatan halal bihalal pada Rabu, 15 April 2026, yang dihadiri ratusan anggota dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat program kerja kepengurusan periode 2025–2028.
Ketua HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, dalam sambutannya menegaskan pentingnya percepatan realisasi program kerja yang berdampak nyata bagi para anggota. Ia menyampaikan bahwa setelah lebih dari satu tahun sejak pelantikan, waktu kepengurusan yang tersisa sekitar dua tahun harus dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, seluruh ketua bidang, mulai dari bidang 1 hingga bidang 12, diminta untuk lebih aktif menyusun dan mengeksekusi program-program yang konkret. Ia menekankan bahwa kegiatan yang dijalankan tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus memberikan manfaat langsung terhadap perkembangan usaha anggota HIPMI.
“Kami meminta kepada seluruh ketua bidang untuk segera mengkonkretkan program kerja melalui kegiatan yang benar-benar berdampak pada usaha anggota. Waktu yang tersisa tidak panjang, sehingga harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujarnya.
Salah satu fokus utama HIPMI Jatim ke depan adalah penguatan program bisnis matching. Program ini menjadi salah satu janji utama saat kepemimpinan Ahmad Salim Assegaf, dengan tujuan membuka akses seluas-luasnya bagi anggota dalam mengembangkan jaringan usaha.
Melalui program tersebut, HIPMI Jatim akan mempertemukan para pengusaha, baik sesama anggota HIPMI, pengusaha non-HIPMI, hingga pelaku usaha di tingkat nasional. Diharapkan, kolaborasi ini mampu mendorong para anggota untuk naik kelas dan menjadi pengusaha yang tangguh serta kompetitif, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain itu, HIPMI Jatim juga terus memperkuat konektivitas dengan BPD HIPMI di berbagai provinsi. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang kolaborasi lintas daerah, termasuk dalam hal perdagangan komoditas, jasa, dan pengembangan usaha lainnya.
Ahmad Salim juga menyampaikan kondisi ekonomi global yang saat ini dihadapkan pada ketidakpastian, termasuk dampak konflik internasional yang memicu kenaikan harga energi dan berimbas pada berbagai sektor. Kenaikan harga minyak, menurutnya, turut mendorong kenaikan harga-harga lain, termasuk biaya transportasi seperti tiket pesawat, yang menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha.
“Kondisi ke depan memang tidak mudah. Hampir semua sektor akan terdampak. Namun, kami tetap berupaya menjalankan usaha, terutama di sektor riil dan UMKM, agar tetap bertahan dan berkembang,” katanya.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, HIPMI Jatim menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan terhadap UMKM. Pembinaan ini mencakup penguatan pemasaran, branding produk, hingga mempertemukan produk anggota dengan pasar atau pengguna secara langsung.
Tak hanya itu, HIPMI Jatim juga aktif mengikuti misi dagang yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui kegiatan tersebut, para pengusaha HIPMI berkesempatan menjalin relasi dengan pelaku usaha di daerah lain, bertukar ide, serta menggali potensi kerja sama yang saling menguntungkan.
Sejumlah daerah seperti Sulawesi Tenggara dan provinsi lainnya telah menjadi tujuan misi dagang HIPMI Jatim. Dari hasil kunjungan tersebut, saat ini tengah dilakukan tindak lanjut melalui tim kelompok kerja (pokja) guna mengkonkretkan kerja sama antara pengusaha HIPMI Jawa Timur dengan mitra di daerah lain. Hasil dari proses ini nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur.
Lebih lanjut, Ahmad Salim menilai Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini membuka peluang besar dalam pengembangan perdagangan komoditas antar daerah, seperti beras, telur, hingga gula, yang dapat disuplai ke berbagai wilayah di Indonesia.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka seiring dengan adanya program-program pemerintah yang membutuhkan pasokan bahan pokok dalam jumlah besar. Oleh karena itu, HIPMI Jatim berupaya mengoptimalkan peran anggotanya dalam memanfaatkan peluang tersebut melalui kolaborasi dan penguatan jaringan usaha.
Ke depan, HIPMI Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha anggota. Berbagai hasil dan inisiatif yang telah dirancang juga direncanakan akan dipublikasikan secara luas kepada masyarakat melalui peluncuran resmi kepada media.











Komentar