SURABAYA, 30 Mei 2026 – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Hari Lansia yang digelar di Balai RW 06 Kapas Lor 2A Nomor 35, Kel kapas madya baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Sabtu (30/5/2026).

Dengan mengusung semangat “Lansia berdaya untuk keluarga sejahtera”, peringatan Hari Lansia di Tambaksari menjadi pengingat bahwa para lansia merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh tokoh masyarakat Kapasmadya Baru bernama Raden Ayu ini menjadi momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada para lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, dan bahagia menjalani masa senja.
Sebagai penggagas kegiatan ini, Raden Ayu menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian yang lebih luas terhadap para lansia, khususnya di lingkungan sekitar.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan skala yang lebih besar agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi para lansia yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk dari sisi sosial dan ekonomi.
“Harapan saya setelah adanya kegiatan Hari Lansia Nasional ini, ke depan bisa menjadi agenda yang lebih besar lagi. Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bisa memberikan manfaat yang lebih luas, terutama bagi sesama yang masih membutuhkan dan mengalami keterbatasan ekonomi,” ujar Raden Ayu.
Menurutnya, kepedulian terhadap lansia tidak cukup hanya diwujudkan lewat peringatan seremonial, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang memberi kebahagiaan, perhatian, dan dukungan kepada mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Raden Ayu berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam peringatan Hari Lansia kali ini bisa menjadi awal gerakan sosial yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Insya Allah mudah-mudahan ke depan kami bisa kembali mengadakan kegiatan yang lebih besar dari ini, dengan jangkauan yang lebih luas dan manfaat yang semakin banyak untuk masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian Kecamatan Tambaksari, Nunung Sulistianingsih, SP, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai membawa manfaat besar bagi para lansia di wilayah Tambaksari.

Menurut Nunung, kegiatan seperti ini menjadi ruang yang penting bagi lansia untuk tetap merasa diperhatikan sekaligus memberi semangat agar mereka terus aktif dan produktif meskipun memasuki usia senja.
“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini harapannya para lansia bisa tetap sehat, mandiri, berkualitas dan produktif. Jadi meskipun usia senja, itu tidak menghalangi mereka untuk tetap bahagia, tetap produktif, dan tetap mandiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, lansia perlu mendapatkan ruang untuk menikmati masa tua dengan penuh kebahagiaan dan semangat. Menurutnya, usia lanjut bukan alasan untuk berhenti berkegiatan ataupun merasa terbatas.
“Yang penting bagaimana kita memberikan ruang untuk mereka bahagia, merasa diperhatikan, dan tetap bisa produktif. Lansia itu tidak harus identik dengan sakit atau tidak bisa beraktivitas. Mereka tetap bisa berkarya dan menikmati hidup dengan baik,” katanya.
Nunung juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah memiliki program pendampingan bagi lansia melalui Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Program tersebut saat ini sudah berjalan di sejumlah kelurahan di Kecamatan Tambaksari.
“Alhamdulillah pemerintah kota sudah ada program Selantang atau Sekolah Lansia Tangguh. Mereka mendapatkan edukasi dan kegiatan yang menyenangkan. Ada tujuh kali pertemuan dengan materi ringan yang membuat mereka bahagia, bernyanyi bersama, saling berinteraksi dan tetap aktif,” jelasnya.
Untuk wilayah Tambaksari, program itu telah berjalan di Kelurahan Tambaksari, Gading, dan Pacar Kembang. Sementara wilayah lain akan menyusul secara bertahap.
Ia menyebut jumlah lansia di wilayah Tambaksari cukup besar. Dari delapan kelurahan yang ada, rata-rata setiap kelurahan memiliki sekitar 50 hingga 70 lansia yang aktif terdata dalam berbagai program pendampingan.
Nunung berharap peringatan Hari Lansia ke depan bisa semakin meluas hingga tingkat RW dan kelurahan, dengan lebih banyak kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.
“Kalau Hari Lansia diperingati lebih besar lagi saya setuju sekali. Semoga ke depan tiap kelurahan atau tiap RW bisa punya kegiatan positif untuk lansia. Karena ini bentuk kepedulian nyata dan mereka sangat senang,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif para pendamping sosial dan dukungan dari jajaran kecamatan maupun kelurahan yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah waktu diajak dan disampaikan proposalnya langsung mendapat dukungan. Pak Camat, Pak Lurah, semuanya support. Ini langkah awal yang baik dan semoga nanti wilayah lain juga bisa ikut bergerak bersama memperhatikan para lansia,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tokoh masyarakat RPA Mujahid Ansori juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya perhatian yang lebih besar terhadap para lanjut usia. Menurutnya, lansia merupakan kelompok masyarakat yang harus mendapat penghormatan sekaligus ruang untuk tetap berdaya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Ia menilai kegiatan peringatan Hari Lansia seperti ini menjadi langkah positif yang patut diapresiasi, karena menghadirkan ruang kebersamaan bagi para lansia untuk tetap aktif dan merasa diperhatikan.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Sudah seharusnya negara hadir memberikan penghormatan kepada para lansia. Tidak hanya menghormati, tetapi juga menghadirkan solusi bagaimana lansia tetap produktif. Jangan sampai mereka merasa sendirian di negeri ini, tetapi tetap bersama-sama dan menjadi bagian dari kehidupan sosial,” ujar Mujahid.
Mantan anggota DPRD Surabaya periode 1997–2009 itu menilai perhatian terhadap lansia sejauh ini sudah ada, namun masih perlu diperkuat dan diperluas. Menurutnya, persoalan lansia merupakan isu sosial yang membutuhkan perhatian serius karena jumlahnya terus bertambah dan memiliki kebutuhan yang beragam.
Ia menegaskan bahwa para lansia masih memiliki pengalaman, gagasan, dan keteladanan yang sangat dibutuhkan generasi muda. Karena itu, mereka tidak boleh dipandang sebagai kelompok yang harus berhenti beraktivitas setelah memasuki masa pensiun.
“Banyak lansia yang hebat. Ada mantan pejabat, akademisi, tokoh masyarakat, orang-orang yang punya pengalaman panjang. Jangan setelah pensiun lalu hanya diminta diam di rumah. Pikiran-pikiran mereka masih sangat baik untuk memberi nasihat kepada generasi muda dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Mujahid, lansia tetap harus memiliki semangat untuk memberi kontribusi bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa. Bentuk kontribusi itu tidak selalu dalam pekerjaan formal, tetapi bisa melalui pengalaman hidup, nasihat, maupun keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Lansia harus tetap berdaya. Tetap punya kontribusi bagi bangsa dan negara. Jadilah penasehat yang baik untuk anak cucu. Pengalaman hidup yang mereka miliki sangat penting untuk ditransfer kepada generasi muda agar lahir generasi yang berkualitas,” tuturnya.
Ia juga mendorong pemerintah agar menghadirkan lebih banyak program berkelanjutan bagi lansia, tidak hanya bersifat seremonial saat peringatan tertentu. Menurutnya, kegiatan rutin seperti olahraga bersama, edukasi, dan ruang pertemuan antarlansia penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.
“Mereka butuh aktivitas, butuh teman untuk berbagi cerita. Kalau tidak punya ruang untuk itu, bisa muncul rasa sepi dan stres. Karena itu perlu ada kegiatan yang rutin agar mereka tetap berkumpul dan sehat secara lahir maupun batin,” ungkapnya.
Mujahid bahkan mengusulkan agar Hari Lansia mendapat perhatian lebih besar secara nasional. sehingga menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya menghormati orang tua dan generasi yang lebih tua di tengah keluarga dan masyarakat.
“Kalau perlu Hari Lansia dibuat menjadi hari yang benar-benar istimewa. Momentum agar anak-anak dan cucu mengingat jasa orang tua dan kakek nenek mereka. Dari situ lahir rasa hormat, rasa terima kasih, dan pendidikan akhlak di dalam keluarga,” pungkasnya.
Dengan dukungan dari pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar, peringatan Hari Lansia di RW 06 Kapasari diharapkannya menjadi awal tumbuhnya kepedulian yang lebih luas terhadap para lansia di Surabaya, sekaligus memastikan mereka tetap sehat, bahagia, mandiri, dan terus memberi inspirasi bagi generasi berikutnya.









Komentar