oleh

UTBK Hari Pertama di UNAIR Berjalan Lancar, Fasilitas Lengkap dan Pengawasan Ketat

Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 secara serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaan ujian di UNAIR akan berlangsung selama 10 hari ke depan dengan berbagai kesiapan teknis dan layanan pendukung yang telah disiapkan untuk menjamin kenyamanan peserta.

Pada hari pertama pelaksanaan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) UNAIR, Mochammad Amin Alamsjah, menegaskan komitmen universitas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta. Ia menyebutkan bahwa tahun ini UNAIR menampung sebanyak 16.672 peserta UTBK, atau sekitar 94,7 persen dari total kapasitas 17.600 kursi yang disediakan.
“Peserta berasal dari 38 provinsi dan klaster luar negeri,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran ujian, UNAIR telah menyiapkan lokasi ujian yang tersebar di 10 gedung di Kampus B dan C, dengan total 22 ruang Computer Based Test (CBT). Di Kampus B, ujian dilaksanakan di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Vokasi. Sementara di Kampus C, lokasi ujian berada di Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Selain kesiapan fasilitas utama, UNAIR juga menghadirkan berbagai layanan pendukung untuk meningkatkan kenyamanan peserta. Setiap lokasi ujian dilengkapi ruang transit, serta disediakan teh hangat dan makanan ringan bagi peserta sesi pagi. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans sebagai langkah antisipasi.

“Fasilitas ini kami siapkan agar peserta bisa lebih nyaman, terutama bagi yang mengikuti ujian di sesi pagi,” jelas Prof. Amin.

Meski pelaksanaan berjalan lancar, panitia mencatat adanya peserta yang tidak hadir pada hari pertama. Sebanyak 37 peserta tercatat absen tanpa keterangan, sementara jumlah peserta yang hadir pada sesi pertama mencapai 843 orang.

Dalam pelaksanaan UTBK tahun ini, UNAIR juga memberikan perhatian khusus kepada peserta disabilitas. Pada hari pertama, tercatat sebanyak 22 peserta disabilitas akan mengikuti ujian, yang terdiri dari 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa. Mereka dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi kedua dengan fasilitas yang telah disesuaikan.

Terkait integritas ujian, Prof. Amin menegaskan bahwa UNAIR tidak memberikan ruang bagi praktik kecurangan, termasuk perjokian. Pengawasan dilakukan secara ketat guna memastikan proses seleksi berjalan adil dan transparan.

“Kami tetap berhati-hati terhadap potensi kecurangan agar praktik perjokian bisa dihilangkan,” tegasnya.

Di akhir, Prof. Amin juga mengimbau seluruh peserta untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun fisik. Ia menekankan pentingnya mengetahui lokasi ujian terlebih dahulu serta menjaga kondisi tubuh, termasuk dengan sarapan sebelum mengikuti ujian.

“Kami berharap peserta datang dengan persiapan matang, baik mental maupun fisik, agar dapat mengikuti ujian dengan optimal,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mediacentral.info