Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memanfaatkan momentum Opening Ceremony Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 untuk memamerkan berbagai capaian dan keberhasilan pembangunan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, saat mewakili Gubernur Jawa Timur pada pembukaan IIMS 2026 di Grand City Convex Surabaya, Selasa (26/5/2026).
Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa Jawa Timur terus menunjukkan performa ekonomi yang kuat dan stabil di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat yang terus menjaga pertumbuhan ekonomi tetap bergerak positif.
Pada Triwulan I tahun 2026, Jawa Timur tercatat menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,16 persen. Sementara terhadap Produk Domestik Bruto nasional, Jawa Timur berkontribusi sebesar 14,40 persen.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen secara tahunan atau year on year, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat di tengah dinamika global,” ujar Iwan.
Ia juga memaparkan struktur ekonomi Jawa Timur yang semakin kokoh. Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi 31,45 persen, disusul perdagangan sebesar 18,77 persen dan sektor pertanian 10,51 persen.
Menurut Iwan, komposisi tersebut menjadi kekuatan Jawa Timur dalam menghadapi dampak geopolitik dunia yang berpengaruh terhadap ekonomi global. Berbeda dengan daerah lain yang lebih bertumpu pada jasa, Jawa Timur memiliki fondasi ekonomi riil yang kuat dari sektor manufaktur dan perdagangan.
Pemprov Jatim juga berhasil menjaga neraca perdagangan tetap positif. Sepanjang tahun 2025, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan mencapai Rp210,1 triliun. Tren positif itu berlanjut pada Triwulan I tahun 2026 dengan surplus sebesar Rp54,25 triliun.
Keberhasilan itu diperkuat dengan strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus memperluas jejaring perdagangan antardaerah hingga pasar internasional, termasuk membuka pasar non-tradisional melalui misi dagang yang rutin digelar setiap bulan.
“Kami terus bergerak memperkuat poros perdagangan, baik antarprovinsi, antarpulau, maupun antarnegara. Tujuannya agar pelaku usaha Jawa Timur semakin kuat dan produk kita tetap kompetitif di pasar global,” katanya.
Di sektor otomotif, Jawa Timur juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Nilai perdagangan mobil, sepeda motor dan reparasinya terus tumbuh dari Rp140,84 triliun pada 2023 menjadi Rp149,67 triliun pada 2024. Sementara pada 2025 tercatat sebesar Rp148,58 triliun.
Dari sisi ekspor, industri otomotif Jawa Timur juga melonjak signifikan menjadi 510,22 juta dolar AS sepanjang 2025, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Produk otomotif Jawa Timur kini telah menjangkau pasar Jepang, Amerika Serikat hingga Timor Leste.
Saat ini Jawa Timur juga memiliki 183 unit usaha di sektor otomotif, termasuk industri karoseri dan suku cadang. Mulai dari usaha besar, menengah hingga kecil, semuanya menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri daerah.
Di hadapan pelaku industri dan para tamu undangan, Iwan menegaskan bahwa IIMS Surabaya 2026 menjadi panggung strategis untuk menunjukkan kesiapan Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan industri otomotif di Indonesia Timur.
Pemprov Jatim, kata dia, akan terus mendorong iklim investasi yang sehat, memperkuat infrastruktur penunjang industri, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menjawab perkembangan teknologi otomotif ke depan.
“Jawa Timur siap menjadi hub industri otomotif terkemuka di kawasan Indonesia Timur. Melalui IIMS Surabaya 2026 ini kami ingin menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki kekuatan ekonomi, daya saing industri, dan optimisme yang besar untuk terus tumbuh,” tegas Iwan.
Ia berharap pameran otomotif berskala internasional tersebut tak hanya menjadi ajang promosi kendaraan dan teknologi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan investasi, pembukaan lapangan kerja baru, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat Jawa Timur.











Komentar