Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menggelar peresmian rehabilitasi sarana dan prasarana untuk SMA, SMK, serta SLB negeri dan swasta di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMKN 12 Surabaya ini diresmikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa.
Selain peresmian infrastruktur pendidikan, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penutupan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen ke-34 tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus seleksi bagi siswa-siswi terbaik Jawa Timur untuk melaju ke tingkat nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung PaewaiS.STP.,M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur di tengah para peserta LKS. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah memberikan semangat dan motivasi besar bagi para siswa yang tengah berkompetisi.
Ia juga melaporkan bahwa program revitalisasi dan rehabilitasi sarana pendidikan kali ini mencakup 50 lembaga sekolah dengan total anggaran lebih dari Rp45,6 miliar. Rinciannya meliputi 26 SMA, 21 SMK, dan 3 SLB. Bantuan tersebut terdiri dari 20 jenis program yang bersumber dari APBD serta 34 jenis bantuan dari pemerintah pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Aries menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki semangat juara yang kuat, mengingat provinsi ini telah tiga kali berturut-turut meraih juara umum LKS tingkat nasional. Ia berharap pada tahun 2026, prestasi tersebut dapat kembali dipertahankan.
LKS tahun ini mempertandingkan 56 bidang lomba, yang terdiri dari 54 bidang kompetisi dan 2 bidang ekshibisi. Para juara pertama di tingkat provinsi nantinya akan mewakili Jawa Timur di ajang nasional.
Lebih lanjut, Aries juga mengapresiasi dukungan dari dunia usaha, dunia industri, serta perguruan tinggi yang telah memberikan kontribusi, baik dalam bentuk pembinaan maupun beasiswa kepada para siswa berprestasi. Dukungan ini diharapkan dapat terus memacu semangat siswa untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta LKS agar terus meningkatkan kemampuan, tidak cepat berpuas diri, dan tetap berkomitmen mengembangkan potensi diri. “Masih banyak yang harus kita lakukan dan benahi bersama untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kegiatan ini disampaikannya menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.














Komentar