Surabaya, 1 Maret – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui pembaruan operasional dan penambahan alat bongkar muat yang andal. Langkah ini disampaikan dalam forum silaturahmi dan dialog yang digelar di Gedung Administrasi TPS, akhir Februari lalu.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, bersama Direktur Operasi Noor Budiwan dan Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menegaskan bahwa kehadiran alat bongkar muat baru diproyeksikan mampu mendorong efisiensi layanan serta meningkatkan kunjungan kapal secara bertahap.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagian unit Container Crane (CC) juga dialokasikan ke Terminal Berlian. Kebijakan ini diharapkan menciptakan distribusi layanan yang lebih merata serta mendukung kelancaran operasional di kawasan pelabuhan.
Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mengapresiasi pembaruan fasilitas tersebut. Menurutnya, hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang siap mendukung proses pelayanan secara optimal. Selain itu, TPS juga telah mengoperasikan fasilitas tambahan seperti area fumigasi dan alat pemindai untuk kegiatan ekspor maupun impor, sehingga pemeriksaan barang dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menekankan pentingnya transparansi layanan. Ia menyebut TPS berkomitmen menghadirkan layanan modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi perusahaan, aktivitas operasional dapat dipantau secara real time guna memberikan kepastian dan kemudahan akses informasi bagi para pelanggan.
Sementara itu, Direktur Operasi Noor Budiwan menjelaskan bahwa TPS menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrean menjelang periode Lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan berbuka puasa diterapkan untuk memastikan operasional tetap berjalan lancar. Ia menyebut, komunikasi intensif dan koordinasi antarpihak turut menurunkan jumlah keluhan eksternal secara signifikan.
Dari sisi fasilitas, TPS telah menerima total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga tahap. Empat unit telah resmi beroperasi, sementara sepuluh unit lainnya akan menyusul secara bertahap. Pada akhir April mendatang, TPS juga dijadwalkan menerima empat unit Container Crane baru yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Penambahan alat ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional, mempercepat waktu sandar kapal, serta membuka peluang peningkatan kapasitas penanganan terminal (terminal handling capacity).
Sebagai bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group melalui subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), TPS merupakan penyedia layanan jasa dalam rantai logistik petikemas ekspor dan impor di Indonesia. Sejak Juli 2004, TPS menjadi terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code). Integrasi Pelindo yang dilakukan pada 1 Oktober 2021 semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam standarisasi layanan dan inovasi berkelanjutan.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, TPS optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat daya saing logistik Jawa Timur dan nasional.TPS Perkuat Layanan Logistik, (rilis TPS)














Komentar